BATULICIN (lacakkalimantansiber) – Rangkaian Pesona Budaya Maritim Mappanre Ritasi’e dalam peringatan Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu tak sekadar menjadi ajang hiburan. Kegiatan yang dipusatkan di Pantai Pagatan ini juga memberi dampak nyata terhadap pergerakan ekonomi masyarakat, terutama pelaku UMKM.
Sejak dibuka pada 12 April, kawasan Pantai Pagatan menjadi salah satu titik keramaian masyarakat. Aktivitas pengunjung terpusat di area panggung hiburan serta deretan kafe dan lapak pedagang di sepanjang pesisir.
Bagi kalangan anak muda, Mappanre Ritasi’e kini tak hanya soal budaya, tetapi juga ruang berkumpul. “Hampir tiap malam ke sini. Suasananya hidup, banyak pilihan tempat santai,” kata Yoyos, salah seorang pengunjung.
Dampak kegiatan ini turut dirasakan pelaku UMKM. Sejak rangkaian acara dimulai, penjualan pedagang mengalami peningkatan seiring bertambahnya jumlah pengunjung setiap malam.
Amrullah, pedagang minuman dan camilan di sekitar lokasi, menyebut momen paling menguntungkan terjadi saat penampilan Raja Dangdut, H. Rhoma Irama bersama Soneta Group pada Sabtu (18/4/2026).
“Kalau hari biasa tidak terlalu ramai, tapi saat Rhoma Irama tampil, penjualan saya naik sampai tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa atau malam artis lainnya,” ujarnya.
Ia menambahkan, lonjakan pembeli sudah terasa sejak beberapa jam sebelum konser dimulai hingga acara berakhir. Kondisi ini memberi dampak signifikan terhadap pendapatannya selama kegiatan berlangsung.
Sejumlah artis turut meramaikan panggung Mappanre Ritasi’e, mulai dari Slank, Siti Badriah, Tommy Kaganangan, hingga musisi lokal.
Para pelaku usaha berharap kegiatan seperti ini dapat terus digelar secara rutin. Selain menjadi daya tarik hiburan, acara tersebut dinilai mampu menjaga perputaran ekonomi masyarakat di sekitar kawasan Pagatan.
Diketahui, Pesona Budaya Maritim Mappanre Ritasi’e Pagatan berlangsung dari 12 hingga 26 April 2026 sebagai bagian dari rangkaian Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu.


Posting Komentar