LACAK KALIMANTAN

Sabtu, 11 April 2026

Pemkab Tanah Bumbu Ubah Jam Kerja ASN, Sekda Tekankan Disiplin dan Pengawasan Ketat

 


BATULICIN (lacakkalimantansiber) – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu resmi melakukan penyesuaian jam kerja bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam sistem 5 hari kerja. Perubahan ini terutama pada jam pulang kerja, dengan penekanan kuat pada peningkatan kedisiplinan pegawai.

Sebelumnya, jam kerja ASN dimulai pukul 08.00 hingga 16.00 WITA. Namun kini, untuk hari Senin hingga Kamis, jam pulang kerja diperpanjang menjadi pukul 17.00 WITA, sementara jam masuk tetap tidak berubah.

Perubahan signifikan terjadi pada hari Jumat. ASN tetap masuk seperti biasa pukul 07.30 WITA, namun jam pulang dipercepat menjadi pukul 11.00 WITA dari sebelumnya pukul 16.00 WITA.

Kebijakan ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu usai pelaksanaan kegiatan senam Jumat di halaman Kantor Bupati, Jumat (10/04/2026).

Meski terdapat perubahan jam kerja, Sekda menegaskan bahwa seluruh ASN harus tetap menjunjung tinggi kedisiplinan dalam menjalankan tugasnya, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Saya minta kepada seluruh dinas terkait untuk meningkatkan pengawasan terhadap pegawai, khususnya pada hari Jumat,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar perubahan jam pulang yang lebih cepat di hari Jumat tidak disalahgunakan oleh pegawai untuk kepentingan pribadi, seperti bepergian ke luar daerah sebelum waktunya.

“Jangan sampai karena waktu pulang lebih cepat, pegawai seenaknya meninggalkan tugas. Sanksi disiplin akan kami terapkan jika ditemukan pelanggaran, dan jangan sampai hal ini mengganggu pelayanan kepada masyarakat,” tambahnya.

Dengan adanya penyesuaian ini, diharapkan kinerja ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu semakin optimal, serta mampu memberikan pelayanan yang lebih baik, profesional, dan tetap disiplin sesuai aturan yang berlaku.(rel)

Jumat, 10 April 2026

Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu Meriah dengan Nuansa Nusantara, Tarian Adat dan Pakaian Tradisional Warnai Peringatan


BATULICIN (lacakkalimantansiber) – Peringatan Hari Jadi Kabupaten Tanah Bumbu ke-23 tahun 2026 berlangsung berbeda dan penuh warna. Nuansa budaya Nusantara begitu kental terasa melalui ragam tarian tradisional serta pakaian adat yang dikenakan para undangan dan pejabat, Rabu (8/4/2026).

Mengusung tema “SDM Tangguh, Ekonomi Tumbuh, BerAKSI bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing”, peringatan yang digelar di halaman Kantor Bupati Tanah Bumbu ini menghadirkan suasana yang semarak dan sarat nilai budaya.

Sejak awal acara, suasana peringatan Hari Jadi Tanah Bumbu sudah terasa istimewa. Para tamu undangan, pejabat daerah, hingga Forkopimda tampil mengenakan pakaian adat dari berbagai daerah di Indonesia. 

Hal ini menciptakan harmoni keberagaman budaya yang memperkuat identitas Tanah Bumbu sebagai daerah yang terbuka dan berdaya saing.

Kemeriahan semakin terasa saat tarian penyambutan Makapu ditampilkan sebagai bentuk penghormatan kepada tamu, khususnya saat Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif bersama jajaran Forkopimda memasuki lokasi acara. Tarian khas tersebut disusul dengan penampilan tari Banjar “Jajakan Amas Jajak Langkah BerAKSI” yang semakin menambah semarak suasana.

Tak hanya itu, penampilan Drum Band Salafiah Al Istiqomah Kecamatan Mantewe turut memeriahkan peringatan Hari Jadi tersebut, menghadirkan atraksi musikal yang menghibur seluruh tamu undangan.

Kemudian dirangkai dengan pengibaran bendera sang merah putih oleh Pasukan Bendera Pusaka dari pelajar Tanah Bumbu.

Acara ini juga dihadiri tokoh masyarakat, para legiun veteran, serta sejumlah pejabat dan mantan Wakil Bupati Tanah Bumbu yang ikut menyemarakkan peringatan.

Di sela kegiatan, Bupati Andi Rudi Latif menyerahkan secara simbolis bonus kepada atlet dan pelatih berprestasi yang meraih medali pada ajang Porprov XII Kalsel 2025 dan Popda Kalsel 2025. Penyerahan dilakukan bersama Ketua DPRD, Forkopimda, Kepala Disbudporpar, serta Ketua KONI Tanah Bumbu.

Adapun sejumlah penerima bonus di antaranya pelatih karate H. Fawahisa Muhabbatan sebesar Rp195 juta, pelatih arung jeram Syamsisar Rp145 juta, serta atlet baseball Mujiono Rp250 juta. Selain itu, bonus juga diberikan kepada atlet dari berbagai cabang olahraga lainnya, baik peraih medali emas, perak, maupun perunggu.

Sementara itu, atlet pelajar berprestasi pada Popda Kalsel 2025 juga mendapatkan apresiasi, di antaranya Muhammad Ali dari cabang panahan dan Abdul Basit dari cabang atletik.

Usai upacara, rangkaian peringatan dilanjutkan dengan ramah tamah di Pendopo Serambi Madinah.

 Suasana semakin hangat dengan sajian kuliner serta pertunjukan seni budaya seperti tari Linggang Pamikat, Aksi Kemilau Nusantara, dan hiburan lagu Banjar yang diiringi musik panting.

Peringatan Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu ini tidak hanya menjadi momentum refleksi pembangunan, tetapi juga menjadi ajang pelestarian budaya melalui tarian tradisional dan penggunaan pakaian adat yang memperkuat semangat kebersamaan dan keberagaman.

Senin, 06 April 2026

Tanah Bumbu Pacu Digitalisasi Daerah Demi Layanan Publik Lebih Mudah

BATULICIN (lacakkalimantansiber) - Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu (Pemkab Tanbu) menggelar High Level Meeting (HLM) Tim Percepatan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) Kabupaten Tanah Bumbu 2026, Minggu, (5/4/2026) di Mini Stage EXPO Tanbu 2026, Ruang Terbuka (Samping KFC) Simpang Empat.

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif mengatakan digitalisasi bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi harus memberikan asas kebermanfaatan nyata bagi masyarakat luas.

Pemkab Tanah Bumbu, sambungnya, terus menunjukkan komitmen kuat dalam mendorong Elektronifikasi Transaksi Pemerintah Daerah (ETPD) sebagai bagian dari reformasi tata kelola keuangan yang transparan, akuntabel, dan efisien.

Implementasi ETPD telah berjalan secara masif pada berbagai sektor, mulai dari pajak daerah, retribusi, layanan perizinan, rumah sakit daerah, hingga transaksi di pasar tradisional.

Selain itu, sistem pembayaran daerah juga telah terintegrasi dengan Bank Kalsel, QRIS, serta berbagai kanal digital nasional, sehingga masyarakat memiliki banyak pilihan transaksi yang cepat, aman, dan praktis.

Selain itu, ujar Bupati, Kabupaten Tanah Bumbu juga berhasil mempertahankan status sebagai daerah kategori “Digital”, serta meraih Peringkat 3 Terbaik Implementasi Digitalisasi Daerah dari Bank Indonesia Kalimantan Selatan.

Untuk tahun 2026, Pemkab Tanbu juga telah menyusun Rencana Strategis Percepatan Digitalisasi Daerah, meliputi perluasan kanal pembayaran pajak dan retribusi melalui sistem digital dan retail, integrasi penuh sistem transaksi pembayaran secara elektronik dengan seluruh perangkat daerah, dan pencapaian target 80% transaksi retribusi non-tunai di seluruh OPD pengelola pendapatan pada triwulan keempat.

Sementara itu, dampak dari digitalisasi ini sangat nyata, antara lain mampu mencegah kebocoran penerimaan daerah, meningkatkan transparansi melalui pencatatan, serta mendukung pencapaian opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Minggu, 29 Maret 2026

Pemkab Tanah Bumbu Umumkan Pemenang Lomba Desain Logo HUT ke-23, Iswadi Rauf Raih Nilai Tertinggi


BATULICIN (lacakkalimantansiber) - Iswadi Rauf dari Kecamatan Kusan Hilir berhasil meraih Juara 1 pada Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu melalui Dinas Kominfosp.

"Berdasarkan hasil total poin penilaian, desain logo Iswadi Rauf dari Kusan Hilir meraih nilai tertinggi yakni 92" ujar Kepala Dinas Kominfosp Tanah Bumbu, Al Husain Mardani, Minggu (29/3/2026) di Batulicin.

Perhitungan penilaian ini, sebutnya berdasarkan pada tiga kategori yaitu nilai juri, like instagram, dan penilaian langsung dari Bupati Andi Rudi Latif.

Untuk juri, yaitu Nurabdiansyah, S.Pd., M.Sn yang merupakan dosen program studi desain komunikasi visual Fakultas Seni dan Desain (FSD) Universitas Negeri Makassar (UNM), juga sebagai Executive Director MAREGE Institute (Makassar Art, Research, and Global Encaunter Institute), dan Founder of Makassar Biennale Foundation.

Adapun filosopi desain logo dari Iswadi Rauf adalah lingkaran bulat menyerupai matahari dengan

negative space huruf “Th” (tahun) merupakan simbol semangat, harapan, dan energi baru dalam perjalanan Kabupaten Tanah Bumbu.

Bentuk matahari melambangkan sumber kehidupan, optimisme, serta semangat yang terus bersinar dalam menggerakkan pembangunan daerah. 

Sementara itu, penggunaan negative space huruf “Th” menegaskan peringatan tahun atau usia ke-23, sebagai penanda perjalanan waktu sekaligus momentum untuk terus beraksi dan melangkah maju menuju Tanah Bumbu yang lebih maju dan sejahtera.

Simbol perahu merepresentasikan identitas maritim dan kehidupan masyarakat pesisir Kabupaten Tanah

Bumbu yang erat kaitannya dengan laut dan aktivitas perairan. Perahu juga melambangkan perjalanan, perjuangan, serta semangat kebersamaan dalam mengarungi tantangan menuju kemajuan daerah.

Selain itu, simbol ini menggambarkan arah dan tujuan yang jelas dalam membawa Tanah Bumbu menuju masa depan yang lebih maju, sejahtera, dan berkelanjutan.

Simbol ombak merepresentasikan

dinamika, kekuatan, dan semangat yang terus bergerak dalam kehidupan masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Ombak juga melambangkan menggambarkan semangat kebersamaan dan ketangguhan dalam menghadapi berbagai tantangan menuju kemajuan daerah.

Ornamen Tenun Khas Pagatan merepresentasikan kekayaan budaya dan kearifan lokal yang menjadi

identitas masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu. Motif tenun ini melambangkan nilai tradisi, keindahan seni, serta warisan budaya yang terus dijaga dan dilestarikan dari generasi ke generasi. Kehadirannya dalam logo juga mencerminkan keberagaman budaya serta kebanggaan masyarakat terhadap budaya lokal sebagai bagian penting dalam membangun jati diri dan karakter daerah.

Sementara itu, untuk Juara 2 yaitu Kahar dari Kecamatan Kusan Hilir meraih nilai 87 dengan filosopi desain yaitu Angka dua pada logo diambil dari bantuk bunga kenanga, diharapkan pada Hari Jadi ke-23 ini Kabupaten Tanah Bumbu namanya harum ditingkat regional sampai nasional dengan berbagai capaian dan prestasi.

Angka tiga melambangkan simbol aksi akselerasi pertumbuhan ekonomi dan SDM yang unggul dan berkualitas mewujudkan Tanah Bumbu yang Maju, Makmur, dan Beradab.

Perahu, merupakan bentuk kearifan lokal masyarakat Kabupaten Tanah Bumbu yang mayoritasnya merupakan nelayan memenuhi kehidupannya melalui laut. Bentuk perahu merupakan simbolisme kemakmuran dan harapan yang luhur, do’a penuh kebajikan yang dilarung kepada keagungan-Nya untuk daerah pada HUT Ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu.

Tangan diulur, tangan merangkul. Bentuk ini menyimbolkan Aksi sinergi antara pemerintah dan masyarakat bahu-membahu membangun Kabupaten Tanah Bumbu.

Selanjutnya, Juara 3 Neco Septiasa Ramadani dari Kecamatan Simpang Empat dengan nilai 84. Filosopi desain logo meliputi seluruh elemen visual dalam logo diangkat dari kearifan lokal dan identitas budaya Kabupaten Tanah Bumbu.

Motif Tenun Ikat Khas Pagatan menggambarkan kekayaan seni dan kerajinan tradisional yang menjadi bagian dari kearifan lokal masyarakat Tanah Bumbu.

Laung Khas Pagatan, melambangkan identitas budaya masyarakat pesisir Tanah Bumbu serta kebanggaan terhadap warisan tradisi daerah. Laung ini juga pernah dikenakan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia.

Mercusuar Tanjung Petang, melambangkan arah, harapan, serta

penerang dalam perjalanan pembangunan daerah menuju masa depan yang lebih maju.

Ombak dan Perahu Pinisi, merepresentasikan karakter masyarakat pesisir serta terinspirasi dari tradisi budaya Mapanre Ritasi'e, yaitu ritual masyarakat nelayan sebagai bentuk rasa syukur atas hasil laut.

Selanjutnya, Juara Favorit diraih Nurhikmah dari Kecamatan Kusan Tengah dengan nilai 82.

Adapun tema Hari Jadi ke-23 Kabupaten Tanah Bumbu yaitu "SDM Tangguh Ekonomi Tumbuh, Bersama Membangun Tanah Bumbu yang Maju dan Berdaya Saing".

Sebelumnya, Pemkab Tanah Bumbu menggelar Lomba Desain Logo Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu dari tanggal 9 - 17 Maret 2026 dengan total hadiah sebesar Rp50juta.

Hari Jadi ke-23 Tanbu dan Mappanre Ritasi'e Segera Dimulai

BATULICIN (lacakkalimantansiber) - Sekretaris Daerah Kabupaten Tanah Bumbu, Yulian Herawati, menegaskan bahwa peringatan Hari Jadi ke-23 Tanah Bumbu tahun 2026 akan berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Tidak hanya diisi dengan Expo Tanbu dan tabligh akbar, rangkaian acara juga menghadirkan pasar murah, bazar UMKM, lomba, seminar, hingga kegiatan kolaboratif bersama Dekranasda, perusahaan, masyarakat, serta pemerintah kabupaten/kota se-Kalimantan Selatan.  

“Rangkaian kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekaligus memperkuat kebersamaan lintas sektor,” ujar Yulian.  

Expo dan Bazar UMKM berlangsung pada 2–9 April 2026 di Lapangan Batfest (Eks Kodeco), Kecamatan Simpang Empat. Sementara upacara resmi Hari Jadi digelar di Halaman Kantor Bupati Gunung Tinggi, Batulicin.  

Tidak berhenti di situ, kemeriahan berlanjut dengan Pesta Laut Mappanre Ritasi’e di Pantai Pagatan, Kecamatan Kusan Hilir, pada 12–26 April 2026. Tradisi nelayan Bugis Pagatan ini tahun ini dipercayakan kepada Dewan Ade Ogi Tanah Bumbu agar pelaksanaannya lebih semarak.  

Pembukaan Mappanre Ritasi’e pada 12 April akan dimeriahkan karnaval budaya, diikuti berbagai etnis di Tanah Bumbu dengan pakaian adat masing-masing. Selain itu, masyarakat juga akan disuguhkan karnaval kanrejawa pute (kue putih), manyorong/melarung, serta hiburan dengan menghadirkan artis ibu kota, UMKM, dan lainnya.

Pemerintah daerah mendukung penuh kegiatan Mappanre Ritasi'e yang tahun ini di kelola oleh Dewan Adat Ade Ogi Tanah Bumbu.

“Pemerintah daerah ingin melestarikan budaya agar tidak punah, sekaligus menarik wisatawan untuk datang ke Tanah Bumbu,” jelas Yulian.  

Ia menegaskan, Hari Jadi Tanah Bumbu dan Mappanre Ritasi’e adalah dua kegiatan berbeda namun saling melengkapi. Dengan demikian, kemeriahan akan berlangsung sebulan penuh di dua lokasi berbeda yaitu Simpang Empat dan Pagatan Kecamatan Kusan Hilir.

Kamis, 26 Maret 2026

Musrenbang RKPD 2027 Tanah Bumbu, Tekankan Anggaran Tepat Sasaran dan Berbasis Hasil

BATULICIN (lacakkalimantansiber) – Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu menggelar kegiatan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 dalam rangka penyempurnaan rancangan rencana kerja pemerintah daerah. 

Kegiatan ini berlangsung pada Rabu (25/03/2026) di Pandopo Serambi Madinah, Kecamatan Batulicin.

Kepala Bappedalitbang Tanah Bumbu, Untung RLU, menjelaskan bahwa Musrenbang ini menjadi momentum penting untuk menyinkronkan berbagai usulan pembangunan dari berbagai pihak.

“Dalam hal ini kita mensinkronkan beberapa usulan SKPD, usulan desa, dan aspirasi DPRD, lalu diselaraskan dengan rencana kerja OPD serta RKPD 2027,” ujarnya.

Ia menambahkan, seluruh usulan program baik dari masyarakat maupun pemangku kepentingan harus selaras dengan prioritas pembangunan daerah serta berpedoman pada visi dan misi kepala daerah.

Lebih lanjut, Untung menekankan bahwa keterbatasan anggaran pada tahun mendatang menjadi tantangan yang harus dihadapi dengan perencanaan yang lebih matang dan efektif. Oleh karena itu, setiap penyusunan anggaran diharapkan tidak lagi berorientasi pada penyerapan semata, melainkan berbasis pada hasil atau outcome.

“Semua harus berbasis hasil. Jadi belanja itu tidak lagi berorientasi pada menghabiskan anggaran, tetapi sudah berbicara apakah anggaran tersebut mampu memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat,” jelasnya.

Dengan pendekatan tersebut, diharapkan setiap program dan kegiatan yang dirancang benar-benar tepat sasaran, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang ada.

“Pada intinya setiap program atau belanja harus tepat sasaran agar manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” pungkasnya.

Sebelumnya Bupati Tanbu Andi Rudi Latif juga menekankan.Melalui Musrenbang RKPD 2027 ini, Pemkab Tanah Bumbu berharap tercipta perencanaan pembangunan yang lebih efektif, terarah, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat secara optimal.

Rabu, 25 Maret 2026

Bupati Tanah Bumbu Perkuat Silaturahmi Idul Fitri di Musrenbang RKPD 2027, Dorong Transformasi Infrastruktur dan Ekonomi

 


BATULICIN (lacakkalimantansiber) – Suasana hangat Idul Fitri mewarnai pelaksanaan Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang dibuka langsung oleh Bupati Tanah Bumbu Andi Rudi Latif, Rabu (25/03/2026) di Pendopo Serambi Madinah.

Selain menjadi forum strategis penyusunan rencana pembangunan daerah, kegiatan ini juga dirangkai dengan momen silaturahmi Idul Fitri antara Bupati bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu, Forkopimda, hingga perangkat desa. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mempererat kebersamaan dan memperkuat sinergi dalam membangun daerah.

Dalam sambutannya, Bupati Andi Rudi Latif menyampaikan bahwa Musrenbang RKPD 2027 merupakan simpul dari seluruh proses perencanaan pembangunan yang telah dimulai dari tingkat desa dan kelurahan, kemudian dilanjutkan ke tingkat kecamatan hingga sinkronisasi dengan perangkat daerah.

“Musrenbang ini menjadi wadah untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus menyempurnakan rencana kerja pembangunan daerah Tahun 2027,” ujarnya.

Ia menegaskan, tema pembangunan Tahun 2027 adalah “Transformasi Infrastruktur, Transformasi Ekonomi dan Pelayanan Publik Menuju Tanah Bumbu yang Maju, Makmur dan Beradab”. Tema ini mencerminkan komitmen pemerintah daerah dalam menghadirkan infrastruktur berkualitas, layanan publik berbasis digital, serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Bupati juga memaparkan sejumlah capaian indikator makro daerah yang menunjukkan tren positif, di antaranya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) tahun 2025 mencapai 75,09 dengan kategori tinggi, angka kemiskinan sebesar 3,13 persen yang lebih rendah dari provinsi dan nasional, serta pertumbuhan ekonomi mencapai 5,52 persen—tertinggi dalam lima tahun terakhir.

Selain itu, peningkatan juga terlihat pada usia harapan hidup yang mencapai 74,44 tahun, rata-rata lama sekolah 8,44 tahun, dan harapan lama sekolah 12,8 tahun yang menunjukkan peluang generasi muda menempuh pendidikan hingga perguruan tinggi.

Meski demikian, Bupati mengingatkan seluruh perangkat daerah agar tetap bekerja lebih serius, cermat, dan terarah, terutama dalam kondisi keterbatasan anggaran akibat efisiensi dana transfer pusat.

“Saya tidak ingin ada kesalahan dalam perencanaan penganggaran. Jika masih terjadi, akan ada sanksi disiplin sesuai ketentuan,” tegasnya.

Dalam penyusunan RKPD 2027, Pemkab Tanah Bumbu menetapkan tujuh prioritas pembangunan, meliputi peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, penguatan ketahanan pangan berbasis UMKM, pengembangan infrastruktur, penataan kota dan desa berkelanjutan, peningkatan prestasi seni budaya dan olahraga, serta tata kelola pemerintahan yang adaptif dan akuntabel.

Melalui Musrenbang ini, diharapkan seluruh pemangku kepentingan dapat berkolaborasi menetapkan program dan kebijakan yang tepat sasaran demi terwujudnya Tanah Bumbu yang lebih maju dan sejahtera, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan melalui silaturahmi di momen Idul Fitri.

 
Copyright © 2014 Lacak Kalimantan. Designed by OddThemes